Sambutan

Pendirian Program Studi S1 Desian Komunikasi Visual didasari motivasi kuat dan konsistensi teguh yang dimiliki Universitas Ma Chung untuk ikut serta membangun bangsa melalui industri kreatif dengan ikut berperan serta menghasilkan SDM yang handal di bidang industri kreatif. Persentase kontribusi GDP (Gross Domestic Product) industri kreatif di beberapa negara berkisar antara 2,8% (Singapura) sampai dengan 7,9% (Inggris) dan tingkat pertumbuhan industri kreatif di beberapa negara berkisar antara 5,7% (Australia) dan 16% (Inggris), dengan tingkat penyerapan tenaga kerja berkisar antara 3,4% (Singapura) sampai dengan 5,9% (US) dari seluruh tenaga kerja yang ada di negara yang bersangkutan.

Perkembangan industri kreatif di Indonesia digulirkan dari sejak tahun 2007 telah memberikan kontribusi nyata dengan meningkatkan posisi PDB (Produk Domestik Bruto) pada urutan ke 7 dari 10 sektor dari hasil produk domestik yang lain, yaitu kontribusi sektor: pengangkutan dan komunikasi, bangunan, listrik, gas, dan air bersih. Selain itu industri kreatif mampu menyerap produktifitas tenaga kerja lebih tinggi dibandingkan dengan produktivitas tenaga kerja nasional. Perkembangan industri kreatif di Indonesia mengalami percepatan dan memiliki kontribusi yang signifikan. Data statistik dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia tahun 2009 menjelaskan bahwa beberapa provinsi dan kota di Indonesia telah memenuhi kriteria digolongkan sebagai provinsi kreatif dikarenakan beberapa kotanya cukup konsisten untuk digolongkan sebagai kota kreatif. Namun demikian, dilihat secara kuantitas, masih banyak provinsi dan kota di Indonesia belum dapat digolongkan sebagai provinsi atau kota kreatif.

Berdasarkan pembagian wilayah di Indonesia, Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali dapat digolongkan sebagai provinsi kreatif, sedangkan Provinsi Jawa Timur memiliki peringkat kreatif kedua dengan kota Surabaya menjadi kota kreatif pertama dan Malang menduduki peringkat kota kreatif kedua. Perkembangan kota kreatif berdasarkan data dan informasi dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan mengulas bahwa kota Malang di tahun 2007 – 2009 memposisikan Malang sebagai kota kreatif di Indonesia yang ke empat setelah Solo, walaupun begitu sejauh ini kota Malang belum cukup kuat disebut sebagai kota kreatif. Hal ini menunjukkan adanya peluang bagi kota Malang dan penduduk Malang untuk mengembangkan industri kreatif. Dalam hal ini Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual Universitas Ma Chung ikut serta dalam mempersiapkan sumber daya manusia di Malang dan sekitarnya untuk mendukung industri kreatif di Jawa Timur dan Malang khususnya.